sudah lama tidak posting.
merumuskan tentang iklas dan ketulusan
kalau kita cermati alam di sekitar kita melkukan dengan tulus dan iklas sesuai dengan hukum yang berlaku,
begitu indah dan cantiknya cara alam ini berbicara dengan kita tanpa kata hanya menggunakan bahasa isarat, namun tidak semua dari kita rang bisa menagkap isyarat dan bahasa alam ini, perlu kejernihan akal budi dan kepekaan batin,
butuh keyakinan mendalam untuk meliahat apa yang dikakukan tuhan terhadap alam dan diri kita sendiri, menhilangkan keegosan dan bejar iklas dari setiap fenomena, kejadian, dari setiap yang kita dapati
hiduplah berdsarkan ilmu yang sudah kamu pelajari kemudian kamu peraktekan, sehingga kamu mendapatkan pelajaran dari reaksi tersebut untuk kesejahtraan diri dan lingkungan mu,
hiduplah bedasarkan jalan kebenaran sejati yang sudah di contohkan oleh pembawa risalahnya, karna dengan itu lah kita telah melakukan yang tuhan inginkan, yaitu ingin menciptakan kehidupan yang damai sejahtra di alam ini, alam ini sudah sejahtera namun manusia yang belum sejahtera masih banyak ketimpangan dan penyelewengan2 yang tidak sesuai dengan fitrah manusia,
di mulai dengan hal mendasar sayang sangat penting, yaitu membangun karakter tuhan bagi bangsa ini,
karakter pengasih dan penyayang yang tulus, tidak ada kecurangan, ke egoisan, keinginan pribadi.
ini tugas kita bersama untuk memperjuangkanya dengan ikut andil dan mengambil bagian dalam menciptakan kondisi tersebut,
Suwon infone gan
BalasHapussami sami
Hapus